Facebook Badge

header ads

Perjalanan Hidup Anakku

Nak, saat kamu 4 bulan di perut.
Selepas magrib, Ayah kamu pamit yasinan di rumah temannya.
Hingga tengah malam, Dia tidak pernah pulang lagi
Bulan berlalu, ibumu mulai cemas tentang nasibmu di dalam perut.
Di saat kamu umur 7 bulan di perut, menjelang subuh ibu terima telpon yang mengabarkan Ayahmu kecelakaan, sepulang nonton konser dangdut di alun alun kabupaten, bukan dengan teman laki lakinya, tapi dengan perempuan lain.
Ibumu cuma bisa diam, Ayahmu orang yang santun, dan perempuan itu pun ibu kenal.
Ibu menolak datang ke rumah sakit, keluarga ayahmu marah ke ibu, di sebutnya ibu istri durhaka, pantas saja ayahmu meninggalkan kita.
Yang ibu ingat saat ibu mencari ayahmu, keluarganya semua bilang,
"TIDAK TAHU".
Nak, salahkah ibu marah??? salahkah ibu menolak datang ke rumah sakit??
sedang kamu sendiri sudah ingin keluar di usia 7bulan?
ibu menolak datang karna pecah ketuban, dan kamu terminum ketuban (kata bidannya).
jam 9 pagi itu, ibu mesti di larikan ke RSIA.
setelah drama dengan pihak RSIA, akhirnya kamu lahir jam 1 siang.
kamu harus masuk ke NICU.
Maaf nak, ibu pulang tanpa membawamu, meninggalkanmu di rumah sakit.
1 ninggu kamu di sana, akhirnya ibu bisa membawamu pulang.
kita pulang dengan menaiki mobil abang kaya, dia mengendarai mobil dengan ugal ugalan.
saat menurunkan kita di pinggir jalan, dia segera pergi.
Usia dua minggu, kamu selalu menangis, ada benjolan besar di dekat pusarmu.
saat itu ibu terima sms dari si perempuan kekasih ayahmu.
mengabarkan ayahmu sudah tidak ada.
yah ayahmu meninggal di pelukan dia.
ibumu menanggapinya dengan dingin, tidak perduli.
Ibu lebih di pusingkan dengan tangisan kamu yang tiada henti.
ketika kamu ibu bawa ke Dokter di puskesmas, kamu di vonis hernia dan fermiosis, dan segera di rujuk ke rumah sakit di kota.
Setelah mendapatkan uang buat ongkos, ibu membawamu ke kota untuk di periksa spesialis anak, dari spesialis anak langsung di rujuk ke bedah anak.
Hari itu juga kamu di ambil darahnya dan di rongsen.
setelah semua selesai, ternyata kamu tidak dapat kamar.
ibu putuskan menunggu kamar di rumah kakak perempuan yang 15 menit dari Rumah sakit.
segera ibu telpon si teteh.
"Teh, saya numpang di rumah teteh yah? nunggu dapat kamar di Rumah Sakit"
"Duh, jangan di sini, gak ada kamar, kamu umpang di rumah Teh Andin aja, kan lebih dekat"
"Oh iya sudah" segera ibu tutup telpon, jam sudah 9 malam, tidak mungkin untuk pulang kampung.
Belajar dari kejadian sama kakak perempuan, ibu putuskan datang langsung ke rumah sepupu.
Rasanya tidak mungkin dia bakal menolak ibu dengan bayi umur 2 minggu untuk menginap.
5 menit jalan kaki sampailah ke rumah Andin, kakak sepupu.
"Assalamu'alaikum Teh" ucapku sambil mengetuk pintu.
"Walaikum'salam" jawab orang di dalam.
"Loh, kamu ngapain malam malam bawa bayi ke sini?" tanya Andin kaget begitu membuka pintu.
"Masuk"
segera ibu masuk, dan membaringkanmu di kursi panjang.
"Teh, saya numpang di sini yah, anakku mesti operasi, nunggu kamar di RS"
"Tapi tidak ada kamar kosong, kamu ma anakmu mau tidur di mana?"
"Anakku tidur di kursi ini aja gpp Teh"
"Ah, ntar ke ompilan anakmu"
"Yah udah, di lantai saja Teh, alasnya pake kainnya aja cukup"
"Yah terserah kamu dah" Akhirnya Teh Andin menyerah.

Posting Komentar

0 Komentar