Kamis, 22 Desember 2011

Petir dan Hujan

suara petir seakan mentertawakan kesedihan ku...
Seakan mengolok ku yang memikirkan dia yang selalu menyiksa ku..
Suara petir seakan marah terhadap ku..
seakan berkata "tak berguna kau memikirkan dia"

Suara petir tak malu memakiku di hadapan hujan
Memaki ku yang bodoh dan tak berdaya...
Lemah dalam buayan yang aku tau semuanya hanya belaka..
Suara petir tak malu mengoloku dihadapan hujan
mengolok ku yang bodoh dan tak tau harus berbuat apa untuk semua rasa yg ku punya

namun hujan memanggilku dalam buaiannya...
Menyuruh ku menari bersamanya dalam alunan nada yg serasi...
Menyuruh ku melepaskan gundah ku kepada dirinya...
Menyuruh ku melupakan semua hal yg membuat ku nyaris jadi debu..

namun hujan menyelamatkanku dalam dekapan dinginnya
memeluku tanpa lelah sampai aku tersenyum..
membelaiku dengan butiran air langit yang tak akan habis
membuang semua asa ku padanya yang tak pernah menoleh padaku

Hujan selalu memberikan aroma yang membuat ku tenang...
membuat ku nyaman
membuat ku hilang sesak
dan Ia selalu datang saat aku membutuhkan seorang Teman

_Novita hirata_

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar